Tool Trafik Monitor digunakan untuk menjalankan skrip saat lalu lintas interface melewati ambang batas atau tertentu. Di dalamnya kita dapat menentukan sebuah nilai ambang batas traffic misalnya diatas ambang batas (above), diantara ambang batas (always) atau dibawah ambang batas (below), jika traffic sudah mencapai ambang batas yang telah kita ditentukan, maka Traffic Monitor dapat menjalankan sebuah script. Dengan demikian sebenarnya kita dapat menggunakan fitur ini untuk berbagai kebutuhan, misalnya mengirimkan pemberitahuan ke Bot Telegram ketika trafik melebihi ambang batas.

Notifikasi Ketika Trafik Padat

Sebagai contoh saya ingin menerima pesan ke Bot Telegram ketika trafik download di interface pppoe-indihome melebihi batas 9 Mbps. Maka caranya tambahkan sebuah Traffic Monitor dengan cara ke menu Tools –> Traffic Monitor, lalu tambahkan pengaturan kira-kira seperti dibawah ini:

  • Interface : Pilih nama interface yang akan di monitoring
  • Traffic : received untuk trafik download, transmitted untuk trafik upload
  • Trigger : above (Skrip akan dijalankan setiap kali trafik melebihi ambang batas), below (Skrip akan dijalankan setiap kali trafik dibawah ambang batas), always (Skrip akan dijalankan apabila trafik ditengah-tengah ambang batas).
  • Script On Event : Script ketika ambang batas terpenuhi, saya menggunakan script untuk mengirimkan pesan ke Bot Telegram.

Dial Ulang PPPoE Client

Traffic Monitor di Mikrotik bisa kita manfaatkan ketika terjadi masalah koneksi di PPPoE Client, misalnya ketika PPPoE Client statusnya terhubung tetapi tidak ada koneksi internet kita bisa memanfaatkan Traffic Monitor untuk dial ulang PPPoE Client apabila trafik di interface PPPoE Client dibawah 100bits.

Leave a Reply